Bangil, 24 November 2025 - Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bangil sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan kesehatan masyarakat. Acara yang dipusatkan di Kecamatan Bangil ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini risiko penyakit tidak menular (PTM).
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen tiga pilar dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Pasuruan yang sehat dan produktif, sejalan dengan program nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Rangkaian acara diawali dengan Senam Bersama yang diikuti secara antusias oleh puluhan peserta, menciptakan suasana ceria dan semangat kebersamaan. Setelah sesi pemanasan, para peserta langsung diarahkan untuk mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). SRK ini merupakan langkah awal penting untuk mengidentifikasi potensi risiko kesehatan yang dimiliki individu, khususnya terkait penyakit kronis.
Puncak kegiatan adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang memberikan layanan kesehatan komprehensif, meliputi:
Pemeriksaan Tekanan Darah (Tensi): Untuk mendeteksi risiko hipertensi.
Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu: Untuk skrining risiko diabetes melitus.
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat): Layanan khusus untuk skrining kanker serviks bagi wanita usia subur, sebagai upaya deteksi dini yang vital.
Konsultasi dengan Dokter: Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai hasil pemeriksaan dan masalah kesehatan yang dialami.
Selain pemeriksaan, tim dari Puskesmas Bangil juga menyampaikan Penyuluhan Kesehatan yang berfokus pada pentingnya gaya hidup sehat, diet seimbang, dan bahaya merokok. Diharapkan, informasi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait kesehatan mereka sehari-hari.
Kepala Puskesmas Bangil, dr. Inkhud Muawanah, menyampaikan, "Kolaborasi ini sangat strategis. Melalui HKG PKK, kita bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan mengedukasi mereka bahwa kesehatan itu dimulai dari skrining dini, bukan hanya pengobatan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut untuk menekan angka penyakit tidak menular di Kabupaten Pasuruan."
Acara ini ditutup dengan harapan besar bahwa seluruh peserta dapat menerapkan hasil konsultasi dan penyuluhan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini